BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Kelompok 149 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar kegiatan peduli lingkungan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Hikmah, Kedaton, Bandar Lampung. Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2025 ini difokuskan pada pembuatan lubang biopori dan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya konservasi air dan penghijauan.

Dalam dua hari pelaksanaan, kelompok KKN berhasil membuat 20 lubang biopori dari target 100 lubang yang telah direncanakan. Biopori ini diharapkan mampu mengurangi genangan air, mempercepat resapan hujan ke dalam tanah, serta menjadi media pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Ketua Kelompok KKN 149, Dony Firdaus, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan di perkotaan. “Kami berharap dengan adanya biopori dan pohon-pohon yang ditanam, lingkungan di MIS Al-Hikmah menjadi lebih sehat, nyaman, dan ramah bagi siswa untuk belajar,” ujarnya.

Selain membuat biopori, mahasiswa KKN bersama guru dan siswa turut menanam beragam jenis pohon di halaman sekolah. Penanaman pohon ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus menambah keteduhan di lingkungan belajar. Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung hangat dengan melibatkan seluruh unsur sekolah.

Kepala MIS Al-Hikmah, Desi Supriani, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN 149. Ia menyebut langkah ini bukan hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi sekolah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan ditiru sekolah lain,” katanya.

Tak hanya praktik lapangan, kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Para siswa diperkenalkan pada konsep pola hidup ramah lingkungan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga memanfaatkan lubang biopori untuk kompos. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini pada generasi muda.

Warga sekitar MIS Al-Hikmah pun turut menyambut baik kegiatan tersebut. Bahkan beberapa warga mengusulkan pembangunan sumur resapan di kawasan tersebut karena daerah Kedaton kerap terdampak banjir saat hujan deras melanda. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam menanggulangi masalah lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 149, Dr. Erni Zuliana, M.Pd.I., yang juga merupakan Dosen dari Prodi PBA tersebut menegaskan bahwa kegiatan biopori dan penghijauan sejalan dengan visi besar KKN UIN Raden Intan Lampung tahun 2025.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga membawa dampak nyata bagi lingkungan. Biopori dan penanaman pohon merupakan langkah strategis menghadapi isu banjir dan perubahan iklim,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dr. Erni menambahkan bahwa pembiasaan sederhana seperti membuat lubang biopori dapat menjadi solusi ekologis yang murah, efektif, dan berkelanjutan. “Jika masyarakat bisa melanjutkan program ini secara mandiri, maka manfaatnya akan jauh lebih besar daripada sekadar program sementara,” katanya.

Program biopori dan penghijauan ini sendiri merupakan salah satu agenda utama KKN Terintegrasi UIN Raden Intan Lampung 2025. Secara keseluruhan, ditargetkan 23.500 lubang biopori dan 23.500 bibit pohon ditanam di 126 kelurahan di Bandar Lampung. Angka ini mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung gerakan penghijauan kota dan konservasi air.

Dengan semangat gotong royong, kegiatan KKN 149 di MIS Al-Hikmah berlangsung sukses dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak. Harapannya, apa yang telah dimulai mahasiswa dapat berlanjut sebagai gerakan kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. (Adm/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »