
Tim Digital PBA, Bandar Lampung – Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mengikuti ujian komprehensif tahap pertama pada Kamis (02/10) lalu. Ujian ini merupakan bagian dari rangkaian akhir studi sebelum mahasiswa dinyatakan layak mengikuti sidang munaqosyah atau ujian skripsi.
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan penuh keseriusan. Mahasiswa tampak mempersiapkan diri dengan matang, mengingat ujian ini mencakup berbagai bidang ilmu dasar yang telah mereka pelajari selama masa perkuliahan. Ujian tertulis ini menjadi momentum penting untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi inti keislaman dan kebahasaaraban.
Ketua Program Studi PBA, Dr. Zulhannan, M.A., menjelaskan bahwa ujian komprehensif tahap pertama memiliki peran strategis dalam memastikan kompetensi akademik mahasiswa sebelum mereka melangkah ke tahap akhir perkuliahan.
“Mahasiswa yang mengikuti ujian komprehensif tahap satu ini sedang menapaki tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka. Ujian ini merupakan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum mereka dapat mengikuti sidang munaqosyah,” ujar Dr. Zulhannan.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa ujian komprehensif ini bukan sekadar penilaian formalitas, tetapi juga bentuk penguatan terhadap kemampuan akademik mahasiswa dalam bidang-bidang yang menjadi fondasi keilmuan Pendidikan Bahasa Arab.
“Ada beberapa materi yang diujikan dalam Ujian Komprehensif Tahap Pertama ini, yakni meliputi Aqidah, Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqih, Al-Qur’an dan Hadis, serta Bahasa Arab. Ujian ini bertujuan untuk mengasah sejauh mana pemahaman mahasiswa terkait dengan materi yang telah disampaikan dalam bangku perkuliahan,” ungkapnya.
Proses ujian berlangsung di ruang ujian Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL dengan pengawasan langsung dari dosen-dosen pengampu mata kuliah terkait. Setiap peserta diuji melalui soal-soal yang mengukur kemampuan analisis, pemahaman konseptual, dan penguasaan bahasa. Hal ini dilakukan agar mahasiswa benar-benar siap dalam menghadapi tantangan akademik berikutnya.

Suasana ujian berlangsung khidmat namun penuh semangat. Beberapa mahasiswa mengaku telah menyiapkan diri jauh-jauh hari dengan mengulang kembali catatan kuliah dan berdiskusi bersama teman seangkatan. Semangat kebersamaan dan dukungan dari dosen menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk memberikan hasil terbaik.
“Selain menjadi tolok ukur kemampuan akademik, ujian komprehensif ini juga dianggap sebagai sarana pembentukan karakter ilmiah mahasiswa. Melalui ujian ini, diharapkan lulusan PBA UIN RIL tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki integritas dan kedisiplinan yang tinggi dalam mengamalkan ilmu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dr. Zulhannan juga mengungkapkan bahwa hasil dari ujian ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan kesiapan mahasiswa menuju tahap selanjutnya. Ia berharap para mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai calon pendidik dan akademisi di bidang Pendidikan Bahasa Arab.
“Dengan semangat belajar dan tanggung jawab ilmiah yang tinggi, para mahasiswa diharapkan mampu melangkah dengan mantap menuju tahap munaqosyah dan meraih gelar sarjana dengan prestasi membanggakan,” tandasnya. (adm)