Sosialisasi : KaProdi PBA UIN RIL, Damanhuri, M.Pd memberikan pesan-pesan kepada mahasiswa angkatan 23 dalam Sosialisasi Keprodian yang digelar Kamis (7/5) di ruang sidang Lantai 2, Gedung Kantor PBA.

Humas PBA, Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung menggelar Sosialisasi Keprodian bagi mahasiswa angkatan 2023 sebagai persiapan menghadapi tugas akhir. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (7/5) di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Kantor PBA dan diikuti puluhan mahasiswa yang akan memasuki masa akhir studi.

Acara dibuka oleh Sekretaris Prodi PBA, Intan Muflihah, M.Pd.I., dan dihadiri Ketua Prodi PBA, Damanhuri, M.Pd., serta penanggung jawab tugas akhir, Adam Malik, M.Pd. Dalam sambutannya, Intan menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini dalam menjalani rangkaian proses tugas akhir.

“Kami ingin memastikan mahasiswa angkatan 2023 tidak berjalan sendiri, tetapi memahami alur, hak, dan kewajiban dalam penyusunan tugas akhir,” ujar Intan dalam sambutan pembukaan. Ia menambahkan, “Jika sejak awal sudah paham jalur yang harus ditempuh, insya Allah prosesnya akan lebih terarah dan tidak mengulur waktu.” imbuhnya.

Sosialisasi kemudian dipandu langsung oleh Ketua Prodi PBA, Damanhuri, M.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa program studi berkomitmen memfasilitasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu, salah satunya melalui pendampingan intensif pada tahap tugas akhir.

“Prodi selalu berusaha membuka ruang bagi mahasiswa, baik melalui kebijakan maupun pendampingan, supaya studi bisa selesai tepat waktu,” kata Damanhuri. “Karena itu, kami sangat berharap ada kerja sama yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing sebagai perpanjangan tangan prodi.”

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menutup diri ketika menghadapi masalah selama proses tugas akhir. “Kalau ada kendala, jangan dipendam sendiri. Sampaikan kepada dosen pembimbing, Kaprodi, Sekprodi, atau penanggung jawab tugas akhir. Kita cari solusi bersama, supaya masalah tidak menumpuk di akhir,” tegasnya.

Pada sesi utama, penanggung jawab tugas akhir, Adam Malik, M.Pd., memaparkan secara rinci tahapan yang akan dilalui mahasiswa angkatan 2023 sebagai calon mahasiswa akhir. Ia menjelaskan alur mulai dari pengajuan judul skripsi, penetapan dosen pembimbing, pelaksanaan ujian komprehensif, seminar proposal, hingga ujian munaqasyah.

“Langkah awal yang akan dihadapi adalah pengajuan judul skripsi. Karena angkatan 2023 akan menjadi angkatan tertua pada semester depan, proses ini harus benar-benar disiapkan sejak sekarang,” ujar Adam.

Ia menekankan bahwa fokus utama bukan sekadar menemukan judul, tetapi terlebih dahulu mengidentifikasi masalah penelitian di lapangan. “Yang harus dicari lebih dulu itu masalah, bukan sibuk memikirkan judul. Kalau masalahnya jelas, judul akan mengikuti,” jelasnya.

Adam juga mengingatkan berdasarkan pengalaman angkatan sebelumnya, masih banyak mahasiswa yang kesulitan saat turun ke lapangan karena permasalahan yang ingin diteliti ternyata tidak ditemukan di sekolah atau lokasi penelitian. “Sering kali begitu sampai di sekolah, masalah yang ditulis di proposal tidak ada. Akhirnya bingung dan harus mengulang dari awal. Itu yang ingin kita cegah,” katanya.

Dalam pemaparannya, Adam turut menjelaskan mekanisme pelaksanaan ujian komprehensif yang akan dilalui mahasiswa. Ujian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama berupa tes berbasis komputer (CBT) dan tahap kedua berupa tes praktik.

“Komprehensif itu bukan sekadar formalitas, tetapi pintu ukur kesiapan akademik sebelum masuk ke tahap skripsi lebih jauh. Tahap pertama CBT akan menguji penguasaan materi dasar, sementara tahap kedua praktik akan melihat keterampilan aplikatif mahasiswa,” terang Adam.

Setelah melewati ujian komprehensif, mahasiswa akan memasuki tahapan seminar proposal dan pada akhirnya ujian munaqasyah sebagai puncak penyusunan tugas akhir. “Seminar proposal itu kesempatan untuk menguji dan memperkuat rancangan penelitian. Sedangkan munaqasyah adalah ujian akhir yang menilai keseluruhan proses dan hasil penelitian,” tambahnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Sekretaris Prodi PBA, Intan Muflihah, M.Pd.I., kembali menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa angkatan 2023. Ia menggunakan analogi perjalanan kapal untuk menggambarkan pentingnya mengikuti arahan dosen pembimbing.

“Mahasiswa itu ibarat penumpang kapal, sedangkan dosen-dosen di sini adalah nahkoda,” ucap Intan. “Kalau ingin sampai dengan selamat ke tujuan, sudah semestinya penumpang mengikuti arahan nahkoda. Begitu juga dalam bimbingan tugas akhir.” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap arahan dosen pembimbing akan membantu memperlancar proses penyusunan skripsi. “Kalau bisa mengikuti arahan dosen pembimbing dengan baik, insya Allah menyelesaikan tugas akhir akan jauh lebih mudah. Jangan menunda bimbingan dan jagalah etika dalam setiap komunikasi,” tuturnya.

Intan berharap, melalui sosialisasi ini, mahasiswa angkatan 2023 semakin siap, disiplin, dan proaktif dalam menapaki setiap tahapan tugas akhir. “Harapan kami, tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga melahirkan skripsi yang berkualitas dan bermanfaat,” pungkasnya. (humas pba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »