
Tim Digital PBA, Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) pada Selasa (16/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga mutu serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di tingkat program studi.
Audit kali ini dilakukan oleh dua auditor internal, yakni M. Apun Syaripuddin, M.Si selaku Ketua Auditor dan Umi Rojiati, M.Kom.I sebagai anggota. Proses audit berlangsung dihadiri jajaran dosen Prodi PBA serta Sekretaris Program Studi, Ahmad Nur Mizan, M.A.
Ketua Auditor M. Apun Syaripuddin menegaskan bahwa audit bukanlah upaya mencari kesalahan, melainkan sarana bersama untuk melihat perkembangan prodi.
“Meskipun disebut audit, sebenarnya ini adalah wadah untuk sama-sama mengetahui kesulitan apa yang dihadapi dalam pengembangan prodi dan apa sasaran utama yang ingin dicapai. Prodi mungkin sudah unggul, tetapi pasti ada celah. Audit ini kita jadikan barometer sekaligus alat ukur kinerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, audit mutu internal dilakukan berdasarkan sembilan kriteria utama yang telah ditetapkan oleh lembaga penjaminan mutu.
“Kegiatan ini tidak terlepas dari sembilan kriteria yang menjadi acuan. Intinya, audit ini bertujuan mencocokkan antara yang direncanakan dengan yang dikerjakan, sehingga bisa dilihat prosentase kecocokannya serta kemanfaatannya bagi prodi,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Apun Audit bukanlah akhir, melainkan pintu untuk langkah-langkah strategis berikutnya. Ia berharap, Prodi PBA bisa semakin unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Sekretaris Prodi PBA, Ahmad Nur Mizan, menyambut baik pelaksanaan AMI. Menurutnya, audit ini justru memberi banyak manfaat bagi keberlangsungan program studi. Ia juga menegaskan bahwa AMI menjadi ruang refleksi bagi semua pihak di Prodi PBA untuk lebih objektif menilai kondisi internal.
“Kami menyambut hangat adanya AMI ini. Dengan audit, kita bisa melihat sejauh mana perkembangan Prodi PBA, apa saja yang perlu diperbaiki, hambatan apa yang dihadapi, sekaligus mencari jalan keluar untuk ke depannya,” tuturnya.
Kegiatan audit yang berlangsung kondusif tersebut juga diwarnai diskusi interaktif antara auditor dan jajaran dosen PBA. Beberapa isu strategis dibahas, mulai dari capaian kurikulum, kompetensi lulusan, hingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi catatan penting untuk penyusunan program ke depan.
“Audit ini memberikan gambaran nyata, bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari aspek pengelolaan, akademik, hingga strategi pengembangan prodi. Banyak hal yang sebelumnya tidak terlihat menjadi lebih jelas setelah adanya evaluasi dari auditor,” tambahnya.
Proses audit juga menekankan pada keterlibatan seluruh civitas akademika dalam membangun kualitas pendidikan. Bagi auditor, keberhasilan prodi tidak hanya diukur dari capaian formal, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan mahasiswa dan masyarakat.
Dengan adanya AMI, Prodi PBA UIN RIL berharap dapat terus meningkatkan kualitasnya sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Adm)