
Humas PBA, Bandar Lampung — Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ PBA) UIN Raden Intan Lampung menggelar Kelas Mentoring Karya Ilmiah dengan tema penyusunan makalah, Jumat (24/4), di Aula Sidang Gedung Program Studi PBA lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan dosen UIN Raden Intan Lampung, Adam Malik, M.Pd, sebagai pemateri.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pengurus HMJ PBA periode 2025/2026, mulai mahasiswa semester 2 hingga semester 6. Melalui kegiatan ini, HMJ PBA berupaya meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam bidang penulisan karya ilmiah.
Ketua Umum HMJ PBA, Izzati Afina, mengatakan kelas mentoring ini dirancang untuk memberikan pengalaman sekaligus pemahaman praktis kepada anggota himpunan mengenai kepenulisan karya ilmiah, terutama penyusunan makalah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap teman-teman pengurus HMJ dapat memperoleh wawasan baru terkait penulisan makalah, sehingga dapat membantu mereka dalam proses perkuliahan,” ujar Izzati.
Dalam pemaparannya, Adam Malik menyoroti sejumlah kekeliruan yang masih kerap ditemukan dalam penulisan makalah mahasiswa. Salah satu di antaranya ialah pembahasan yang tidak selaras dengan rumusan masalah.

Menurut Adam, isi pembahasan seharusnya berangkat dari rumusan masalah yang telah disusun sejak awal. Ketidaksesuaian antara keduanya dinilai dapat mengurangi kualitas karya ilmiah.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya penggunaan sumber rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut makalah yang baik harus dibangun di atas referensi yang kredibel serta disertai sitasi yang tepat.
Adam turut menyinggung berbagai bentuk penyimpangan akademik, seperti plagiarisme dan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara tidak bijak. Menurut dia, masih banyak mahasiswa yang belum memahami pentingnya parafrasa dalam mengutip gagasan orang lain.
“Mahasiswa tidak boleh percaya 100 persen kepada AI. Teknologi harus dimanfaatkan manusia, bukan manusia yang dimanfaatkan teknologi,” kata Adam.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi memang memberi kemudahan dalam proses belajar, namun tetap memerlukan sikap kritis dan tanggung jawab akademik dari setiap mahasiswa.
Kegiatan mentoring ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan pemateri, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Melalui agenda ini, HMJ PBA diharapkan terus menghadirkan program pengembangan akademik yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. (humas pba/adm)